Sekdaprov Adhy Karyono Dorong Raka Raki Jatim 2026 Jadi Agen Perubahan Dan Penggerak Ekonomi Kreatif

0
Sekdaprov Adhy Karyono Dorong Raka Raki Jatim 2026 Jadi Agen Perubahan Dan Penggerak Ekonomi Kreatif (foto : ist)

hariangresik.com | GRESIK – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono secara khusus mendorong para finalis Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026 untuk mengambil peran penting sebagai generasi muda yang bisa menjadi Agen Perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif di wilayahnya masing-masing khususnya Jawa Timur.

“Kita membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan, duta budaya, duta pariwisata. Itulah Raka Raki Jawa Timur yang sebenarnya,” pesan Adhy Karyono saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aston Gresik, Jumat (7/8) malam.

Ia melanjutkan, pemilihan Raka Raki Jatim bukanlah sekedar kompetisi atau penobatan. Namun lebih dari itu, ajang ini merupakan proses kaderisasi generasi muda Jawa Timur untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun citra positif.

Selain itu, keberadaan para Raka Raki juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya serta mengembangkan pariwisata dan sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap berkomunikasi, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi dan kecintaan terhadap budaya daerah,” terang Adhy Karyono.

Optimisme terhadap peran Duta Wisata Raka Raki ini juga didorong oleh kinerja sektor pariwisata Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif dan signifikan. Berdasarkan data pada Juni 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Pintu Masuk Juanda tercatat mencapai 33.049 kunjungan.

Sementara, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur berhasil menembus angka fantastis, yakni sebanyak 17,38 juta perjalanan.

“Angka-angka ini membuktikan bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu destinasi favorit utama bagi wisatawan domestik maupun internasional,” ungkap Sekdaprov Jatim.

Kendati demikian, Sekdaprov Jatim mengingatkan bahwa keberhasilan pariwisata tidak boleh hanya diukur dari angka statistik kunjungan semata. Indikator keberhasilan sejati adalah seberapa besar sektor pariwisata mampu menciptakan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pariwisata yang berkualitas harus mampu membuka lapangan kerja baru, menggerakkan UMKM, menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif, melestarikan nilai-nilai budaya lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Untuk itu, kembali ia mengingatkan peran strategis Raka dan Raki Jawa Timur menjadi sangat vital dan relevan. Para duta wisata dituntut untuk mampu menjalankan peran sebagai juru cerita tentang kekayaan Jawa Timur, menjadi duta digital sekaligus duta budaya yang menjembatani tradisi dengan modernitas.

Kepada pasangan Raka dan Raki Jawa Timur Tahun 2026 yang nantinya terpilih, Sekdaprov Adhy menyampaikan pesan khusus agar tetap rendah hati.

Gelar yang disandang bukanlah garis akhir dari pencapaian, melainkan awal dari pengabdian nyata yang menuntut kerja keras, kontinuitas belajar, serta kerendahan hati untuk terus menjadi teladan bagi sesama pemuda.

Sedangkan kepada para finalis lainnya, ia berpesan agar terus semangat dalam berkiprah di kesempatan yang lain.

“Ini adalah langkah awal untuk mengimplementasikan seluruh ide brilian kalian semua di dalam meningkatkan budaya dan pariwisata di Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Deninta Vasthy Berliani asal Kota Surabaya dan Akhdan Muhammad Zahran Wibisono asal Kab. Malang terpilih menjadi pemenang dan secara resmi dinobatkan sebagi Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur Tahun 2026. (ist)