Atasi Kepadatan Hunian, Rutan Gresik Lakukan Pemindahan 20 Warga Binaan

0
67
Atasi Kepadatan Hunian, Rutan Gresik Lakukan Pemindahan 20 Warga Binaan (dokpri)

hariangresik.com | GRESIK – Pagi itu, halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik tampak lebih sibuk dari biasanya.

Satu per satu warga binaan, dengan pengawalan petugas berseragam lengkap, bersiap meninggalkan rutan. Senin (25/8/2025) menjadi hari penting bagi 20 orang di antaranya, karena mereka dipindahkan ke dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan: 12 orang menuju Lapas Kelas I Madiun dan 8 orang ke Lapas Kelas IIB Tuban.

Proses pemindahan berlangsung tertib. Regu Pengamanan bersama Staf Pelayanan Tahanan serta Staf Kesatuan Pengamanan Rutan Gresik mengawal dengan ketat, memastikan perjalanan mereka berjalan aman.

Bagi Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, langkah ini bukan sekadar memindahkan penghuni. Ia menyebut kepadatan hunian sebagai persoalan serius yang bisa memicu kerawanan di dalam rutan.

“Pemindahan warga binaan ini dilakukan untuk menekan risiko gangguan keamanan akibat kepadatan hunian. Selain itu, kebijakan ini selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM di bidang Pemasyarakatan, salah satunya adalah mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang komprehensif,” jelas Yuliawan.

Pemindahan ini, lanjutnya, juga menjadi bentuk komitmen pemasyarakatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas layanan kepada warga binaan.

“Kami berharap pembinaan berjalan lebih efektif, sementara warga binaan tetap mendapatkan hak-hak sesuai aturan di tempat baru,” tambahnya.

Bagi sebagian warga binaan, kepindahan ini bisa jadi awal dari babak baru. Meski harus meninggalkan rekan-rekan lama, mereka tetap membawa harapan akan suasana pembinaan yang lebih kondusif di lapas tujuan.

Rutan Gresik sendiri berharap, dengan berkurangnya kepadatan, kondisi internal lebih aman dan tertib, sehingga tercipta ruang pembinaan yang optimal.

“Kesempatan ini kami harap bisa membuka jalan bagi mereka untuk benar-benar mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” pungkas Yuliawan. (lim)