
hariangresik.com | GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan merajut. Bekerja sama dengan PT Arta Jayendra Perkasa, pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan produktif yang dapat menjadi modal usaha saat kembali ke tengah masyarakat.
Pelatihan mencakup pengenalan alat dan bahan, teknik dasar merajut, hingga praktik membuat berbagai produk sederhana. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan semangat berwirausaha bagi warga binaan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan.
Menurutnya, keterampilan yang diberikan di dalam rutan diharapkan mampu mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal nyata agar warga binaan memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Program pembinaan keterampilan menjadi salah satu upaya Rutan Gresik dalam mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Dengan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis, warga binaan diharapkan lebih siap menciptakan peluang kerja maupun membuka usaha secara mandiri setelah bebas. (lim)






