Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design

0
Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design (foto : ist)

hariangresik.com | SURABAYA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak secara resmi membuka sekaligus sebagai panelis ahli dalam acara “Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026”.

Kegiatan dirangkaikan dengan acara Sustainability Talkshow Bangga Membumi bertajuk “Sustainable Creative Design Integrated Passion” Arumi hadir sebagai pembicara di Kogu Space, Surabaya (24/4)

Acara ini digelar sebagai upaya nyata Dekranasda Jatim dalam memperkuat peran perempuan di industri kreatif sekaligus mengedukasi para pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan desain berkelanjutan (sustainable design).

Acara Inagurasi Kartini Muda digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini bertujuan untuk menghormati semangat emansipasi wanita sekaligus sebagai komitmen Dekranasda dalam memberdayakan potensi kreatif desainer fashion dan kriya perempuan di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Arumi Bachsin memberikan apresiasi tinggi kepada 10 finalis Kartini Muda terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Saya mengucapkan selamat kepada 10 Kartini Muda yang telah melewati proses panjang dari 99 peserta terkurasi 35 besar lalu terkurasi sampai dengan 10 besar. Dekranasda berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pebisnis wanita untuk terus berinovasi agar mampu bersaing secara global.” ujar Arumi.

Sebagai panelis ahli, Arumi menekankan bahwa acara ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebagai gerbang pembuka koneksi dan jaringan bisnis yang lebih luas. Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum ini guna menggali ilmu sedalam-dalamnya dari para panelis dan mentor berpengalaman, termasuk dari desainer internasional dan akademisi dari Universitas Ciputra (UC).

Kesepuluh finalis mempresentasikan produk yang mengusung konsep ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal terutama perempuan. Produk yang ditampilkan mulai dari sepatu kulit dari Gloeshow, aksesori sampah plastik hasil karya Anaria, hingga produk home decor dari serat alam milik Grandis Home.

Inovasi lain yang menarik perhatian adalah pemanfaatan serat nanas pada Batik Srigaya (Kab. Kediri), kain recycle dari Decak Handmade, hingga tenun ikat khas Kediri dari Tenun Mulya. Selain itu, tampil pula karya dari Mbah Guru Indonesia, URA, Batik Manggar, dan Astagunaku yang menonjolkan wastra batik dengan model modern dan elegan.

“Produk-produk ini luar biasa karena tidak hanya bicara soal estetika, tapi juga memberdayakan pengrajin, perempuan, dan seniman lokal di daerah masing-masing.” tambah Arumi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ketua Dekranasda Arumi memberikan apresiasi dengan mengajak para pemenang inagurasi ini untuk terlibat langsung dalam pameran bergengsi “Batik & Bordir Affairs” yang akan digelar dalam waktu dekat. Pameran tersebut akan menampilkan tren batik, bordir, dan aksesori terbaru dari Jawa Timur.

“Jawa Timur adalah gerbang bagi masyarakat untuk melihat potensi Indonesia terutama Jawa Bagian Timur. Melalui pameran ‘Batik & Bordir Affairs’ nanti, para juara akan kita sandingkan dengan pebisnis besar agar produk mereka semakin dikenal luas.” pungkasnya.

Beliau menekankan bahwa isu keberlanjutan (sustainability) bukanlah sekadar tren sesaat, melainkan tanggung jawab besar demi kelestarian bumi dan generasi mendatang.

“Sustainability adalah investasi masa depan. Jika kita tidak menjaganya sekarang, budaya dan kekayaan alam kita akan tergerus. Sebagai bagian dari pemerintah, Dekranasda berperan menciptakan regulasi yang lebih bertanggung jawab terhadap konsumen dan lingkungan, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya yang berwawasan sosial.” tegas Arumi.

Dekranasda berperan penting untuk membuka akses bagi UMKM yang berani mempertahankan seni budaya namun tetap peduli pada lingkungan.

Penutup rangkaian acara ditandai dengan kunjungan Ibu Arumi ke beberapa booth pameran acara “Bangga Membumi”. Beliau berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha dan melihat karya kriya yang memanfaatkan bahan daur ulang. (ist)