Mendag Resmikan Pasar Sidayu Gresik Sebagai Pusat Ekonomi Digital dan Wisata Kuliner

0
Mendag Resmikan Pasar Sidayu Gresik Sebagai Pusat Ekonomi Digital dan Wisata Kuliner (foto : ist)

hariangresik.com | GRESIK – Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., secara resmi meresmikan Pasar Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Jumat (10/04/2026).

Peresmian ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi wilayah Gresik Utara yang sempat terpuruk akibat musibah kebakaran beberapa waktu lalu.

Transformasi Pasar Sidayu kini tidak hanya mengusung konsep pasar tradisional, melainkan telah bermetamorfosis menjadi destinasi wisata kuliner modern yang terintegrasi dengan teknologi digital.

Sinergi Anggaran dan Pengawasan Ketat

Proyek revitalisasi besar ini merupakan hasil kolaborasi pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam laporannya, Bupati Gresik, H. Fandi Ahmad Yani, merinci bahwa pembangunan dilakukan dalam dua tahap investasi utama: Tahap Pertama: Alokasi APBD sebesar Rp3 miliar, Tahap Kedua: Dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp30 miliar.

Guna menjamin akuntabilitas, Bupati Yani menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan mendapatkan pendampingan langsung dari pihak Kejaksaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tata kelola pembangunan berjalan transparan dan sesuai regulasi.

“Kita mengubah musibah menjadi berkah. Pasar Sidayu kini hadir dengan sistem pengelolaan sampah mandiri melalui TPS3R serta penerapan digitalisasi transaksi untuk memperluas jangkauan pasar para pedagang,” ujar Bupati Yani di sela-sela acara peresmian.

Magnet Wisata Kuliner di Era Digital

Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, memberikan apresiasi atas konsep baru yang diusung. Ia menekankan bahwa kehadiran pasar yang bersih, aman, dan nyaman adalah prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dengan wajah barunya, Pasar Sidayu diproyeksikan menjadi magnet wisata kuliner baru di Jawa Timur. Penataan yang modern diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah gempuran ekonomi digital.

Harapan Pedagang Pasca-Paceklik

Kebahagiaan mendalam turut dirasakan oleh para pelaku usaha. Ketua Harian Paguyuban Pasar Sidayu, Mohammad Mukhlas, S.E., menyatakan bahwa gedung baru ini adalah jawaban atas penantian panjang para pedagang yang bertahun-tahun terdampak pandemi Covid-19 dan bencana kebakaran.

“Harapannya, penyatuan pedagang dalam satu atap yang representatif ini dapat mendongkrak omzet dan membuat pasar semakin ramai. Kami mengapresiasi fasilitas yang ada, meski kami tetap berharap penyempurnaan fasilitas pendukung seperti pemerataan tempat sampah segera dituntaskan demi kenyamanan pengunjung,” tutur Mukhlas.

Melalui manajemen sampah berkelanjutan dan sistem transaksi digital, Pasar Sidayu diharapkan mampu menjadi role model nasional bagi revitalisasi pasar tradisional lainnya. Transformasi ini membuktikan bahwa pasar rakyat mampu beradaptasi dengan standar kebersihan modern dan kebutuhan pasar di era teknologi tanpa meninggalkan nilai sejarahnya. (lim)